Elemen Penting dalam Ruang Isolasi Bertekanan Udara Negatif

Ruang Isolasi merupakan ruangan yang digunakan untuk penempatan pasien dengan penyakit infeksi yang menular. Keberadaan ruang isolasi membantu pasien dan tenaga medis untuk dapat mencegah penyebaran penyakit infeksi yang menular tersebut kepada pasien lain, petugas, maupun pengunjung.

Selain penyakit infeksi yang menular, keberadaan ruang isolasi juga diperuntukan untuk menempatkan pasien dengan imun tubuh lemah dan rentan terkena penularan penyakit dari pasien lain, serta berguna juga untuk menempatkan pasien yang menderita penyakit yang menimbulkan bau (seperti penyakit tumor).

Bangsal rawat sebaiknya memiliki minimal 1 ruang isolasi sebagai ruangan yang ditempatkan di bagian depan bangsal. Untuk proses perawatan yang optimal, jumlah ruang isolasi dapat direalisasikan sekitar 10% dari jumlah tempat tidur pasien di rumah sakit, tergantung pada jenis penyakit dan infeksi yang diderita pasien.

Bangunan Ruang Isolasi

Ruang isolasi harus terhindar dari aktivitas-aktivitas lain seperti yang dilakukan pada ruang IGD atau ruang rawat inap biasa. Lokasi ruang isolasi dan penempatan pasien dalam ruang isolasi harus lebih direncanakan dan dirancang dengan teliti untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit yang terdapat indikasi infeksi.

Lokasi ruang isolasi dapat dipisah dalam sebuah unit rawat inap ataupun tidak. Tetapi sebaiknya saat merancang bangunan kesehatan di rumah sakit, ruang isolasi diposisikan terpisah atau memiliki letak tersendiri dari bagian atau ruangan lain yang ada di rumah sakit. Udara dari ruang isolasi harus diarahkan dari tempat perawatan pasien ke tempat terbuka atau area luar gedung yang jarang digunakan atau dilalui orang.

Ruang isolasi sebaiknya berada dalam area yang dapat dipantau oleh perawat agar memudahkan untuk melakukan pengecekan pada pasien. Di dalam ruang isolasi, pasien tetap harus ditempatkan di dekat jendela, bukan dekat pintu masuk, hal ini dilakukan agar udara yang di hirup pasien lebih segar dan tidak terkontaminasi dengan udara dari ruangan lainnya selain ruang isolasi.

Setiap ruang isolasi membutuhkan luas minimal 15m2. Dengan ukuran ini, satu ruang isolasi pasien harus memiliki anteroom dan kamar mandi yang letaknya menyatu dalam satu ruangan dengan ruang perawatan pasien.

Kebutuhan ruangan pada ruang isolasi terdiri dari :

  1. Pos Perawat (Nurse Station)
  2. Ruang Rawat Inap Pasien
  3. Ruang Penyimpanan Silinder Gas Medik
  4. Pantri
  5. Ruang Penyimpanan Alat Medik
  6. Ruang Utilitas Bersih
  7. Ruang Utilitas Kotor
  8. Ruang Mesin Filtrasi Udara
  9. Area Parkir Troli
  10. Ruang Ganti Penunggu Pasien dan Ruang Ganti Petugas
  11. Ruang Tunggu Keluarga Pasien (Berada di Luar Wilayah Ruang Isolasi)
  12. Ruang Cleaning Service
  13. Toilet Petugas Medik
  14. Toilet Pengunjung/Penunggu Pasien
  15. Ruang Diskusi Medis

Ruang Isolasi

Beberapa penyakit yang direkomendasikan untuk mendapatkan perawatan dalam ruang isolasi:

  • SARS, MERS, COVID-19
  • Difteri
  • Kolera
  • Tuberkulosis
  • HIV/AIDS

Pada kondisi tertentu, ada pasien yang diharuskan untuk menempati ruang isolasi sendirian dan ada juga yang bisa ditempatkan bersamaan dengan pasien lain.

1. Ruang Isolasi Bertekanan Udara Negatif

Ruang isolasi bertekanan negatif artinya tekanan udara yang ada dalam ruang isolasi lebih rendah daripada tekanan udara yang ada di luar ruang isolasi. Ruang isolasi ini digunakan untuk pasien yang diketahui memiliki penyakit infeksi yang dapat menular kepada orang lain.

Gambar I: Ruang Isolasi dengan Tekanan Udara Negatif

Gambar II: Aliran Udara Ruang Isolasi dengan Tekanan Udara Negatif

2. Ruang Isolasi Bertekanan Udara Positif

Ruang isolasi dengan tekanan udara relatif positif terhadap tekanan ambien digunakan dalam beberapa fasilitas untuk mengisolasi pasien-pasien transplantasi dan onkologi. Ruang isolasi dengan desain udara seperti ini dapat kita temukan dalam bentuk ruang operasi.

Tujuan dari penggunaan ruang isolasi bertekanan postif adalah untuk mengurangi risiko penularan infeksi kepada pasien yang sedang dalam kondisi rentan melalui jalur udara. Kesulitan yang akan timbul ketika pasien membutuhkan ruang isolasi bertekanan positif adalah kemungkinan adanya penularan penyakit infeksi menular kepada orang lain, terutama melalui jalur udara.

Gambar III: Ruang Isolasi dengan Tekanan Udara Positif

Gambar IV: Aliran Udara Ruang Isolasi dengan Tekanan Udara Positif

Ketentuan Khusus Ruang Rawat Pasien pada Ruang Isolasi Bertekanan Udara Negatif

Terdapat beberapa ketentuan khusus untuk ruang rawat pasien pada ruang isolasi bertekanan udara negatif. Salah satunya luas lantai yang digunakan untuk tempat tidur pasien, luas lantai ini harus memiliki ruang yang cukup untuk bisa menampung peralatan medis dan petugas yang berhubungan dengan perawatan pasien. Ruang rawat pasien pada ruang isolasi dengan standar kamar individual luas lantainya berkisar 15 m2 – 20 m2 per kamar per tempat tidur.

Beberapa ketentuan khusus dari ruang isolasi bertekanan udara negatif selain dari ruang rawat pasien adalah sebagai berikut:

  • Anteroom harus cukup luas untuk dibersihkan dan dilakukan disinfeksi. Tidak ada ukuran khusus untuk ruang anteroom pada bangunan ruang isolasi.
  • Pengaturan aliran udara (air flow) merupakan hal penting pada ruang isolasi, karena udara memegang peranan dalam penyebaran mikroorganisme. Untuk menjaga aliran dan tekanan udara, maka pada ruang isolasi bertekanan negatif tidak terdapat jendela yang dapat dibuka sehingga udara tetap kedap.

Adapun arah aliran udara bergantung pada tekanan yang akan diatur. Untuk kasus infeksi maka tekanan yang diatur harus berupa tekanan negatif, namun untuk kasus pasien dengan kondisi imunokompromise maka tekanan yang diatur harus berupa tekanan udara positif.

Tak hanya ketentuan diatas, pengkondisian ruangan, peletakkan sepatu pengunjung, fasilitas untuk mencuci tangan atau hand sanitizer untuk pengunjung maupun perawat, dan wadah untuk menyimpan pakaian pelindung sekali pakai yang telah digunakan wajib juga disediakan dan ditata penempatannya.

Terdapat beberapat hal yang juga harus diperhatikan saat membangun atau merancang ruang isolasi, diantaranya adalah:

  • Sumber kontaminasi di sekitar ruang isolasi harus diperhitungkan sejak tahap perancangan
  • Pengkondisian mengenai Sistem Tata Udara (HVAC/Heating Ventilating Air Conditioning) harus dilakukan sejak tahap perancangan gambar bangunan
  • Lalu lintas kegiatan pasien lain ataupun petugas medis yang berjalan disekitar ruang isolasi serta kondisi terkait penghuni ruang isolasi
  • Lokasi untuk supply diffuser yang harus berada di langit-langit pada area kaki pasien dan exhaust yang harus diletakkan di dinding mendekati lantai setinggi area kepala tempat tidur

Sistem Tata Udara Ruang Isolasi Bertekanan Udara Negatif yang direkomendasikan:

  • Mengkondisikan dan menjaga tekanan udara ruang negatif dari ruangan ke anteroom dan ke udara ambien. Hal ini dapat dicapai melalui sistem tata udara dengan sistem peletakkan exhaust fan terpisah yang ditujukan untuk setiap ruangan yang berfungsi untuk membuang jumlah udara lebih besar dari sistem suplai. Saluran pembuangan udara harus terpisah dari sistem pembuangan udara bangunan umum selain bangunan ruang isolasi untuk mengurangi risiko kontaminasi.
  • Mempertahankan tingkat pertukaran udara dari 12 pertukaran udara/jam, atau 145 l/s per pasien yang dapat menghasilkan kuantitas udara terbesar ketika filter udara suplai atau exhaust fan pada penurunan tekanan maksimum. Suplai udara harus melalui diffuser yang dipasang sesuai dengan tata letak yang benar.
  • Membuat ruang anteroom dari setiap ruang isolasi dengan menggunakan tekanan yang lebih rendah dari tekanan udara ambien yang berdekatan. Perbedaan tekanan antara ruangan harus tidak kurang dari 15 pascal (Pa).
  • Setiap ruang isolasi harus memiliki kamar mandi yang letaknya disesuaikan dengan tata letak dan estetika arsitektur, dan setiap kamar mandi ruang isolasi harus memiliki pembuangan udara yang tidak boleh terhubung ke sistem pembuangan udara kamar mandi bangunan umum. Fungsi exhaust fan pada kamar mandi ruang isolasi bukan hanya sebagai sirkulasi udara tetapi sebagai pengatur udara agar ruang isolasi tetap dalam kondisi tekanan udara negatif.
  • Sistem ventilasi udara pada ruang isolasi menggunakan Sistem Ventilasi Full Fresh Air agar udara yang diterima pasien selalu segar.
  • Saluran pembuangan (Ducting Exhauts) pada ruang isolasi langsung membuang udara keluar dengan kecepatan pembuangan secara vertikal 10m/s sesuai dengan International Standard (CDC atau WHO).
  • Pemasangan ducting direkomendasikan agar mengikuti standar yang sudah di tetapkan. Pada pemasangan/instalasi ducting harus mudah dipasang dan dirawat. Disarankan sebaiknya menggunakan ducting dengan penampang bundar (lingkaran dan atau bukan kotak) dengan konstruksi yang mudah dipasang dan dilepas. Instalasi ducting tidak dianjurkan dengan menggunakan isolasi glasswoll.
  • Penempatan kisi-kisi/exhaust grille untuk pembuangan udara berada 150mm diatas muka lantai ruangan.
  • Pastikan exhaust fan berjalan sesuai dengan sistem saluran agar pembuangan di bawah menjadi tekanan tetap paling negatif diantara ruangan lainnya.
  • Menempatkan exhaust fan secara rangkap pada titik dalam sistem saluran yang menjamin saluran tetap berada di bawah tekanan negatif pada seluruh perjalanan saluran yang terjadi di dalam gedung.
  • Pastikan saluran udara suplai terpisah dari sistem suplai udara bangunan umum.
  • Sistem suplai/ventilasi udara dan exhaust fan harus berupa sistem volume konstan.
  • Display monitor untuk mengetahui bahwa ruangan dalam kondisi tekanan negatif harus dipasangkan dan terlihat dari luar ruangan rawat pasien pada ruang isolasi bertekanan udara negatif.
  • Memasang alarm untuk memonitor exhaust fan dan suplai udara apabila terjadi kerusakan dan tidak berjalan sesuai standar yang diinginkan. Keberadaan sensor alarm ini dapat memudahkan pengecekan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Selain masalah dari pengkondisian ducting dan exhaust fan, pemasangan pintu, sitem kelistrikan, peletakkan tempat cuci tangan dan pemberian label ruangan sebagai ruangan isolasi bertekanan negatif pun harus turut diperhatikan dan direncanakan dengan matang. Bagaimana, sudah siap merancang dan membangun ruang isolasi bertekanan udara negatif?

50 comments

  1. I always used to study post in news papers but now as I am a user of net so from now I am using net for articles or reviews, thanks to web. Lilllie Noe Dirk

  2. I constantly emailed this weblog post page to all my friends, since if like to read it afterward my friends will too. Christan Francisco Pinkerton

  3. No matter if some one searches for his required thing, so he/she desires to be available that in detail, therefore that thing is maintained over here. Adriane Hyatt Farley

  4. You made a number of good points there. I did a search on the issue and found mainly folks will consent with your blog. Kathryne Karoly Keelby

  5. When I originally commented I appear to have clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on each time a comment is added I recieve 4 emails with the same comment. Is there a means you can remove me from that service? Many thanks. Darby Kleon Paten

  6. Hi! This post could not be written any better! Reading this post reminds me of my good old room mate! He always kept chatting about this. I will forward this page to him. Pretty sure he will have a good read. Many thanks for sharing! Audie Wald Wendy

  7. My brother recommended I might like this blog. He was totally right. This post truly made my day. You can not imagine just how much time I had spent for this info! Thanks! Donia Toddie Harmaning

  8. Someone essentially help to make significantly posts I would state. That is the first time I frequented your web page and so far? I amazed with the research you made to make this particular post amazing. Excellent task! Tobey Archaimbaud Guenzi

  9. Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it. Look advanced to more added agreeable from you! However, how could we communicate? Margareta Jonathon Hesta

  10. A person essentially lend a hand to make seriously posts I would state. This is the very first time I frequented your web page and to this point? I amazed with the analysis you made to create this actual submit incredible. Great activity! Amara Paolo Darooge

  11. Thanks on your marvelous posting! I quite enjoyed reading it, you could be a great author. I will be sure to bookmark your blog and will come back in the future. I want to encourage you to continue your great writing, have a nice morning! Audy Tadeas Soluk

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *